Haid / Menstruasi

Kurangi Nyeri Haid dengan Vitamin E


Satu kapsul berisi minyak esensial dan vitamin E ternyata mampu  mengurangi gejala nyeri menstruasi pada wanita. Pada sebuah uji coba, suplemen tersebut mampu mengurangi 2/3 rasa sakit yang biasanya datang menjelang masa menstruasi wanita (PMS).

Walaupun kadang dilihat sebagai gangguan kecil, PMS dapat mengganggu aktivitas wanita. Lebih 40 persen bahkan mengatakan bahwa PMS menggangu kulitas hidup mereka. Pada kasus ekstrem, wanita dapat melakukan tindakan kekerasan dan menderita depresi. 

Bahkan, PMS menuai dampak ekonomi Demi membebaskan diri dari sindrom ini, banyak pekerja wanita di Inggris yang rela menghabiskan 3.000 poundseterling agar tidak tersiksa saat bekerja. Mulai dari diet sederhana untuk merubah hormon sampai obat antidepresi dicoba. Padahal, itu belum tentu bekerja maksimal, bahkan tak jarang memunculkan efek negatif.

Dalam studi itu, 120 wanita ditanya mengenai sakit pada perut, kecapaian, sakit dan nyeri saat menjelang menstruasi. Sebanyak 80 wanita meminum pil mengandung lemak dan vitamin E yang terkandung dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran-sayuran warna hijau. Sementara sisanya meminum pil penghilang rasa sakit.

Semua koresponden tersebut diperintahkan untuk meminum dua kapsul sebelum tidur menjelang masa menstruasi. Mereka pun diperintahkan untuk menuliskan gejala-gejala yang muncul setelah tiga bulan dan setelah enam bulan.

Mereka yang meminum vitamin E mengatakan gejala PMS menurun setelah tiga bulan. Setelah enam bulan, efek yang dimunculkan sangat dramatis, terutama bagi mereka yang meminum pil tersebut dengan dosis yang lebih tinggi.

Para peneliti dari Pernambuco Federal University di Brazil mengatakan bahwa vitamin E mengurangi sensitivitas tubuh akan prolactin, hormon yang bertanggung jawab atas nyeri pada payudara.

Jadi tidak ada salahnya meminum vitamin E. Selain bermanfaat besar untuk mengencangkan kulit, ternyata vitamin E dapat mengurangi sakit PMS. Anda pun tidak perlu lagi meminum obat-obat penghilang rasa sakit yang berbahaya.

Mengatasi Nyeri Haid dengan Jus Segar, Pernah Coba..?


Cara Mengatasi / Menghilangkan Nyeri Saat Haid bisa dilakukan dengan beberapa cara. banyak wanita pernah merasakan nyeri pada saat haid. Beberapa mungkin mengalami nyeri yang sangat hebat. Anda bisa mencoba tip ini untuk mengurangi rasa nyeri saat haid.
Penyebab utama nyeri haid adalah ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh. kebanyakan wanita meredakan nyeri dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Tapi tanpa disadari, ada efek samping yang bisa terjadi akibat dari penggunaan obat penghilang rasa sakit.
Untuk meredakan nyeri pada saat haid, Anda bisa mencoba jus lidah buaya dan madu. Jus lidah buaya memiliki sifat penghilang rasa sakit. Campur jus lidah buaya dengan satu sendok teh madu. Minum dua sampai tiga kali sehari. Ini membantu untuk mencegah rasa sakit yang disebabkan oleh menstruasi. Jus lidah buaya membantu mengatur aliran darah normal selama masa periode haid, demikian yang dilansir Magforwoman.
Jika Anda tidak suka dengan jus lidah buaya, Anda bisa mencoba jus nanas. Jus nanas kaya akan bromelain, yang membantu mengurangi kram dan nyeri otot selama periode haid. Jika jus nanas tidak sesuai dengan Anda, Anda bisa memilih jus wortel sebagai gantinya. Jus wortel juga membantu untuk mengendurkan otot dan mengurangi kram.
Selain itu, ada juga campuran jus peppermint dan jahe yang membantu untuk mengendurkan otot-otot dalam tubuh. Anda bisa mengonsumsi dua sampai tiga kali sehari, tergantung pada rasa sakit Anda selama periode. Metode alami akan membantu untuk meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh kram menstruasi.

Pemakaian PEMBALUT Wanita yang Baik dan Sehat

Selama menjalani siklus menstruasi, organ intim perempuan berada dalam kondisi yang lebih lembab dari biasanya. Itulah mengapa setiap perempuan harus lebih memperhatikan kondisi organ intim selama menstruasi.
Dr dr Junita Indarti, SpOG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan  memaparkan bahwa akibat dari lalai menjaga kebersihan organ intim khususnya ketika siklus menstruasi adalah tumbuhnya mikroorganisme yang tidak diharapkan. Kelalaian ini juga bisa menimbulkan bau, infeksi, dan keputihan yang tidak wajar.
“Darah itu, kan, media kuman yang baik, mengingat selama menstruasi darah akan menempel di permukaan vulva, maka kita harus terus menjaga kebersihannya agar kelembaban vagina tetap terjaga,” ujar Junita.
Kelembaban vagina juga perlu dijaga dengan menggunakan pembalut dengan cermat. Inilah tiga hal seputar pembalut yang wajib Anda ketahui:
Pemilihan  Pembalut
Beragam jenis pembalut di pasaran menawarkan berbagai inovasi yang mengklaim sebagai produk terbaik dan teraman untuk kesehatan. Menurut Junita, pada dasarnya tidak ada jenis pembalut yang lebih baik atau lebih buruk. “Tidak ada kategori khusus, yang penting dapat menyerap darah haid dengan baik dan membuat nyaman,” ujar Junita.
Dengan demikian, kriteria pembalut yang baik akan berbeda setiap orangnya. Baik dilihat dari ukuran panjang maupun ketebalan, semua tergantung pada setiap individu. Begitu juga dengan pembalut herbal yang disebut-sebut lebih sehat dan aman. “Pembalut herbal, sebenarnya sama saja. Pasalnya, kandungan herbal atau antibakteri yang terkandung dalam pembalut, kan, hanya bekerja di permukaan vagina. Ia tidak sampai masuk ke liang vagina sehingga tidak bisa mengobati ke dalam,” tegas Junita.
Ia lantas menambahkan bahwa kandungan antibakteri atau antioksidan pada pembalut pun sebenarnya tidak terlampau perlu. “Intinya, sih, membuat nyaman. Apakah daya serapnya baik dan ukurannya pas? Itu saja cukup. Karena ada juga, kan, pembalut yang penyerapannya tidak maksimal.”
Kapan Ganti Pembalut...?
Normalnya, haid terjadi dalam siklus 21-35 hari, selama tiga hingga tujuh hari dalam satu siklusnya. Dalam kisaran yang normal pula, jumlah darah selama satu siklus menstruasi kurang lebih sebanyak 50 cc. Namun jumlah darah selama haid pada setiap perempuan berbeda-beda. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai jangka waktu mengganti pembalut.
Meski demikian, kunci menjaga kebersihan dan kesehatan vagina selama masa menstruasi, tegas Junita, adalah dengan rutin mengganti pembalut. “Jadi tidak perlu memilih pembalut yang seperti apa, yang penting rutin menggantinya,” tambahnya.
Waktu terbaik untuk segera mengganti pembalut adalah ketika Anda sudah merasa lembab dan tidak nyaman. “Intinya jika pembalut dirasa sudah penuh, lembab, dan membuat tidak nyaman, berarti harus diganti. Umumnya setiap empat hingga enam jam sekali,” tutur Junita.
Jadi, jangan menunda penggantian pembalut, sebab perempuan menghasilkan bahan sekresi yang bersifat basa ketika menstruasi. Jika darah haid didiamkan menempel terlalu lama, pembalut dapat menjadi tempat berkembangnya jamur. Anda tak ingin, kan, organ reproduksi menjadi gatal dan berbau karena malas mengganti pembalut?
Perlukah Panty-Liners?
Menjelang siklus menstruasi, tak jarang perempuan mengalami masa keputihan. Untuk menyiasatinya, beberapa orang memilih menggunakan panty liners  untuk menjaga permukaan vagina agar tetap kering.
Sebenarnya, perlukah menggunakan panty liners  ini? “Pada dasarnya, vagina dapat membersihkan daerah kewanitaannya sendiri, jadi itu tidak perlu. Memang itu dapat menyerap lendir, tapi sebaiknya tidak digunakan rutin karena justru tidak sehat jika terus menggunakannya,” papar Junita. Pasalnya, meskipun tujuan menggunakan panty liners  untuk menjaga permukaan vagina agar tetap kering, pada kenyataannya penggunaan panty liners  justru membuat permukaan vagina tidak memiliki ruang untuk bernafas sehingga membuat lembab.
“Ketika memang sedang keputihan tak apa menggunakan, tapi sesekali saja. Sesuaikan dengan tujuannya juga. Artinya, lihat kebutuhannya. Jangan digunakan secara rutin,” pungkas Junita.

Sindroma PreMenstruasi / PreMenstrual Syndrome (PMS)

Sindroma Premenstruasi (Premenstrual Syndrome/PMS) merupakan siklus kumpulan gejala-gejala yang unik pada Wanita baik dari segi tipe gejala maupun derajatnya yang dimulai dari sekitar seminggu sebelum menstruasi dan menghilang begitu timbul mens atau beberapa Hari berikutnya 
Insiden PMS dilaporkan bervariasi antara 20 % hingga 90 % wanita. Hampir 70 % wanita mengalami gejala fisik maupun emosi premenstruasi dengan siklus yang jelas. Namun hanya sekitar 20 % wanita yang mengalami gejala yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Di USA, 70-90% (43-55 juta jiwa) wanita usia reproduksi menderita ketidaknyamanan selama fase premenstrual mereka, dan 20-40% dari kelompok ini (12-25 juta jiwa) mengalami gejala yang dapat diklasifikasikan sebagai PMS. (1,3,4) 
Berhubung gejala PMS sangat bervariasi dan tidak terdapatnya etiologi tunggal penyebab PMS, berikut dijelaskan beberapa mekanisme kemungkinan patogenesis PMS.
1. Ketidakseimbangan Cairan
 Pada penderita dengan gejala PMS yang umum,terdapat peningkatan aldosteron pada penderita dengan gejala seperti peningkatan berat badan dan bengkak pada tangan dan kaki 
2. Peningkatan Kadar Prostaglandin (PG)
 pada penderita dengan dismenorea didapatkan peningkatan kadar metabolit prostaglandin di perifer, endometrium, dan cairan menstruasi. 
3. Ketidakseimbangan Nutrisi
Penelitian membuktikan bahwa penderita PMS lebih banyak mengkonsumsi garam dan makanan yang mengandung gula murni serta kurang mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi dan vitamin.  Gabungan gejala suka mengkonsumsi makanan yang manis-manis dan penyimpangan metabolisme karbohidrat mengakibatkan keadaan hipoglikemi premenstruasi
4. Perubahan Hormon Syaraf Pusat
Banyak neurotransmitter susunan syaraf pusat mengalami perubahan pada fase depresi, seperti serotonin, dopamine, dan norepinefrin, juga berubah pada saat siklus menstruasi. Telah dibuktikan bahwa progesteron memiliki efek terhadap metabolisme serotonin dan estradiol mempengaruhi kadar dopamine dan norepinefrin.
5. Teori Lainnya yang belum diketahui secara pasti
Diagnosis PMS
Berdasarkan American Psychiatric Association (APA), PMS dapat ditegakkan dengan kriteria sebagai berikut :
a. Gejala yang timbil berhubungan dengan siklus menstruasi, 
b. Untuk diagnosis diperlukan 5 dari gejala-gejala berikut ini 
Ditandai dengan penurunan mood dan perasaan tidak ada harapan. 
Ditandai dengan ansietas dan ketegangan.
Ditandai dengan gangguan afektif seperti mendadak merasa sedih, mudah menangis, mudah  
        tersinggung dan marah.
Ditandai dengan kemarahan, iritabel atau peningkatan konflik interpersonal.
Penurunan keinginan untuk beraktivitas seperti biasa.
Mudah letih dan kehilangan energi.
Perasaan sukar berkonsentrasi.
Perubahan nafsu makan, bisa menjadi berlebihan atau tidak mau makan.
Hipersomnia atau insomnia.
Perasaan diluar kendali.
Gejala fisik seperti ketegangan pada payudara, sakit kepala, edema, nyeri sendi dan otot serta 
        pertambahan berat badan.
Terapi dan pengobatan PMS
Terapi yang diterapkan bersifat individual tergantung tipe dan derajat keparahan gejala dan respon penderita terhadap terapi yang diberikan.
1. Terapi Konservatif
Terapi initial PMS adalah pendekatan suportif tanpa penggunaan obat-obatan. Sekitar 30% penderita menunjukkan respon yang baik terhadap terapi ini. Jika penderita tidak menunjukkan respon yang baik baru dipikirkan memberikan regimen obat-obatan untuk mengatasi gejala yang paling mengganggu.
2.  Pengaruh Makanan
Diet vegetarian
Peningkatan konsumsi lemak dan berkurangnya konsumsi sayuran memberikan kontribusi terhadap terjadinya PMS. Pada suatu studi terhadap 18 wanita yang menderita PMS dan 14 orang dari kelompok kontrol tanpa PMS yang mengkonsumsi tinggi karbohidrat diperoleh hasil bahwa makanan ini  dapat meningkatkan skor depresi, ketegangan, kemarahan, kebingungan, kesedihan, kelelahan dan kewaspadaan pada pasien dengan PMS.
Sementara itu peneliti dari Goergetown University (Barnard dkk, 2000) meneliti efek diet vegetarian pada penderita dismenorhea dan PMS. Hasil yang diperoleh adalah penurunan berat badan, berkurangnya nyeri dan retensi air serta berkurangnya gejala PMS. Federal Drug Administration (FDA) merekomendasikan diet buah-buahan dan sayuran terbagi dalam 5 porsi untuk pasien dengan PMS untuk mengurangi gejalanya.
Garam
Penderita dianjurkan mengurangi konsumsi garam untuk mengurangi gejala yang timbul akibat retensi air. Ketidaknyamanan akibat penambahan berat badan dan udem dapat mempengaruhi stabilitas emosinya.
Gula murni 
Penderita juga dianjurkan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula murni agar dapat menghindari hipoglikemia sekunder akibat perubahan metabolisme karbohidrat yang terjadi. Pembatasan ini diharapkan dapat mengurangi perubahan mood penderita.
Kafein
Penggunaan minuman yang mengandung kafein dapat berperan dalam terjadinya PMS. Pada studi yang dilakukan di China telah diperiksa hubungan mengkonsumsi teh terhadap PMS. Hasil laporan menunjukkan bahwa teh dapat menyebabkan PMS. Informasi terhadap konsumsi teh dan PMS didapatkan dari kuesioner terhadap 124 orang mahasiswa yang jarang mengkonsumsi teh. Informasi sejenis juga didapatkan dari 64 orang wanita pekerja yang sering mengkonsumsi teh. Lebih kurang 39% mahasiswa dan 27% pekerja wanita tersebut mengalami PMS, khususnya wanita yang mengkonsumsi teh lebih dari 4 kali/hari.
Kafein harus dikurangi untuk menghindari dampak fisik dan emosi yang ditimbulkannya. Makanan lain yang seharusnya dihindari termasuk kopi, coklat, minuman ringan, dan obat-obat tertentu.
Vitamin B-6 (pyridoxine) 
Konsumsi vitamin B-6 300 hingga 500 mg perhari peroral direkomendasikan bagi penderita PMS. 
Katrina dkk mengadakan penelitian untuk mengetahui efektivitas vitamin B-6 dalam terapi PMS. Penelitian dilakukan  pada 940 pasien dengan PMS, diperoleh hasil 95% pasien mengalami perbaikan dan disarankan untuk menggunakan vitamin B-6 dengan dosis lebih dari 100 mg/hr tanpa melebihi dosis yang menyebabkan neuropati perifer (1500 mg/hr).
3. Pengaruh Olahraga
Olahraga teratur dapat meningkatkan fungsi psikologis setiap individu. Penelitian yang dipublikasikan di Australia oleh Byrne  mendapatkan bahwa olahraga dapat memproduksi antidepresan, antiansietas dan efek perbaikan mood pada penderita gangguan mood. 
Studi lain dari tim Duke University Medical Reseachers (Babyak dkk, 2000) menemukan bahwa olahraga sama efektifnya dengan terapi medikasi seperti prozac dalam mengobati gangguan depresi mayor dalam 6 bulan dan setelah 10 bulan, penderita yang mengalami relaps depresi lebih sedikit dibandingkan dengan yang menggunakan obat-obatan. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa olahraga akan sama efektifnya dalam mengobati PMS.
Penderita dianjurkan untuk melakukan olahraga teratur. Tipe olahraga yang dianjurkan bervariasi dan bersifat personal. Banyak sekali keuntungan yang didapat dari olahraga bagi penderita PMS, diantaranya berkurangnya stress, dan peningkatan rasa percaya diri. Peningkatan β- endorphin yang sementara dapat meningkatan mood penderita.
Olahraga dapat membantu mengurangi gejala PMS karena mengurangi stress dan tekanan darah. Olahraga meningkatkan mood, menyediakan indera yang baik dan meningkatkan sirkulasi darah dengan meningkatkan produksi beta endorphin alami. Direkomendasikan, olahraga paling sedikit 3 x seminggu selama 20-30 menit. Aerobik, jalan, joging, bersepeda dan renang adalah beberapa yang disarankan.
4. Pemberian Obat obatan
     Obat-obat Diuretik, Inhibitor Prostaglandin, Anxiolitik, Buspirone, Alprazolam , Anti depresan, Progesteron, Agonis Gonadotropin Releasing Hormone, Danazol dan obat obatan lain bisa diberikan dengan pengawasan dokter .
Efek Sindroma PreMenstruasi

PMS mempengaruhi aspek sosial dan ekonomi penderita serta rekan kerja, keluarga dan teman. Penderita sering melalaikan pekerjaan selama premenstuasi. 
Wanita-wanita tersebut  menunjukkan kesukaran dalam berkonsentrasi, penurunan minat, pelupa, dan menurunnya kemampuan koordinasi, mengakibatkan menurunnya efisiensi dan produktifitas walaupun penderitanya tetap masuk kerja. 
Penelitian Borenstein dkk pada 436 wanita usia 18-45 tahun di California selatan, didapatkan penderita PMS 125 orang dengan perincian 78 orang mengalami gejala hanya pada 1 siklus menstruasi dan 47 orang dengan gejala pada 2 siklus menstruasi dan 311 orang wanita normal sebagai kelompok kontrol. 
Wanita dengan PMS ini dinyatakan mempunyai tingkat absensi yang tinggi ( > 2 hari kerja/bulan), Produktifitas menurun ( > 5 hari kerja/bulan dengan 50% penurunan produktifitas), gangguan terhadap lingkungan serta aktivitas sosial ( > 14 hari/bulan) dan sering berkunjung ke pusat kesehatan rawat jalan dengan total biaya dalam 2 tahun sekitar $ 500. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa PMS dapat mempunyai dampak pada kehidupan sosial, menurunkan produktifitas kerja dan peningkatan biaya perawatan kesehatan.
Karena adanya iritabilitas dan emosi yang meledak, mengakibatkan hubungan kerja menjadi tegang selama masa premenstruasi. Pasangan, keluarga, dan orang-orang terdekat penderita dapat merasakan perubahan tingkah laku pada penderita PMS tergantung siklus premenstruasi yang dialami. Kebanyakan wanita juga mengalami penurunan libido dan pengurangan frekuensi berhubungan sex. Kesabaran dalam mengasuh anak pun menjadi berkurang.


Semoga Bermanfaat....!!

Berhubungan Seks Saat Haid Sebaiknya Dihindari

Saat Datang Bulan, terkadang beberapa wanita malah meningkat gairah untuk berhubungan dengan suaminya, tetapi Perempuan yang sedang datang bulan sebaiknya membatasi diri dalam melakukan aktivitas tertentu, salah satunya berhubungan seks. Selain tidak nyaman, risiko lain yang lebih fatal saat berhubungan Badan Saat haid adalah bisa menyumbat aliran darah yang menuju jantung.
Pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda MS menyarankan agar hubungan seks dilakukan ketika haid atau datang bulan sudah benar-benar bersih. Tidak adanya bercak darah yang keluar menandakan sudah tidak ada celah pada pembuluh darah di dinding rahim.
"Hal ini untuk mencegah terjadinya emboli udara yaitu gelembung udara yang masuk pembuluh darah serta bisa menyumbat pembuluh-pembuluh darah pada organ-organ vital, antara lain jantung dan paru-paru," kata Dr Andri dalam konsultasi kesehatan di detikHealth, seperti ditulis Kamis (23/8/2012).
Gelembung udara bisa masuk ke aliran darah karena saat menstruasi terdapat pembuluh darah yang terbuka akibat meluruhnya dinding rahim. Celah yang terbuka ini bisa dimasuki gelembung udara, yang terbentuk ketika terjadi penetrasi oleh penis ke liang vagina.
Ketika terbawa oleh aliran darah, gelembung tersebut bisa memicu penyumbatan pembuluh darah. Dampaknya bisa fatal jika pembuluh darah tersebut menuju ke organ penting seperti jantung dan paru-paru, sebab kegagalan fungsi pada organ tersebut bisa memicu kematian.
Selain risiko penyumbatan pembuluh darah, bahaya lain yang mengancam ketika berhubungan seks saat haid adalah sebagai berikut:
1. Endometriosis
Saat orgasme, rahim akan berkontraksi sehingga darah kotor dari menstruasi bisa masuk lagi ke dalam perut melalui sel telur. Kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh perempuan.
2. Infeksi
Hubungan seksual saat dinding rahim meluruh biasanya akan menimbulkan luka. Sperma maupun darah kotor yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
3. Luka atau trauma di mulut rahim
Infeksi yang terjadi akibat hubungan seks saat haid bisa memicu trauma pada mulut rahim. Salah satu akibatnya adalah rasa sakit dan mulas, serta keluarnya cairan putih kehijauan atau kecoklatan setiap hari.

Tips MEMBERSIHKAN "Miss V" Saat HAID

Cara Membersihkan Vagina saat Haid/MENSTRUASI yang kurang benar, bisa malah  memberikan efek kurang baik pada kesehatan vagina.
Kita harus tetap menjaga kebersihan bagian intim agar tidak terjadi infeksi ataupun iritasi. Dengan menjaga kebersihan saat menstruasi, maka kesehatan vagina Anda akan terjaga.
Ada banyak cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan organ intim Anda selama menstruasi. Banyaknya mitos dan adanya budaya yang berbeda membuat wanita menjadi malu untuk bertanya seputar kesehatan organ intim wanita, khususnya saat menstruasi.
Berikut ini tip yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan vagina Anda selama menstruasi, seperti dilansir Livestrong.
Anjuran:
1. Gunakan air hangat untuk membasuh vagina Anda saat melakukan pembersihan. Sabun kewanitaan dengan pH seimbang dan bebas parfum juga bisa Anda gunakan jika diperlukan.
2. Basuhlah dari bagian depan ke belakang. Menurut para ahli, cara terbaik untuk membersihkan vagina Anda dengan menggunakan air hangat.
3. Kenakan celana dalam dengan bahan katun. Karena dapat memungkinkan sirkulasi bagian intim Anda, menghambat bakteri, ataupun organisme berbahaya.
4. Vagina yang sehat secara alami menjaga keseimbangan pH dan flora normal. Douching bisa mengganggu kesehatan vagina dan dapat mendorong darah kembali ke arah leher rahim dan rahim.
Sebaiknya Dihindari:
1. Jangan menggunakan sabun atau air pada bagian dalam vagina. Basahi bagian bokong dan daerah anal eksternal, lalu untuk menghindari kontaminasi bakteri.
2. Hindari meninggalkan jejak sabun atau pembersih karena bisa menimbulkan iritasi kulit jika dibiarkan terlalu lama.
Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 Pusat Obat Aborsi All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes