- Ayo Ketahui Sekilas Siklus Menstruasi / Haid Normal
- Macam Metode dan Alat alat Kontrasepsi KB, Silahkan dipilih-pilih..!
- Siklus Haid / MENSTRUASI TIDAK TERATUR / Tidak Lancar, Bisa Karena Hal Berikut
- Siklus Haid Bisa Terganggu, Karena Pola Makan Keliru
- Nyeri Haid datang, coba lakukan ini
- Tips MEMBERSIHKAN "Miss V" Saat HAID
- Berhubungan Seks Saat Haid Sebaiknya Dihindari
- Sindroma PreMenstruasi / PreMenstrual Syndrome (PMS)
- Pemakaian PEMBALUT Wanita yang Baik dan Sehat
- Mengatasi Nyeri Haid dengan Jus Segar, Pernah Coba..?
- Kurangi Nyeri Haid dengan Vitamin E
Haid / Menstruasi
Diposting oleh
Unknown
on Kamis, 11 April 2013
/
Comments: (0)
Kurangi Nyeri Haid dengan Vitamin E
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Satu kapsul berisi minyak esensial dan
vitamin E ternyata mampu mengurangi gejala nyeri menstruasi pada
wanita. Pada sebuah uji coba, suplemen tersebut mampu mengurangi 2/3
rasa sakit yang biasanya datang menjelang masa menstruasi wanita (PMS).
Walaupun
kadang dilihat sebagai gangguan kecil, PMS dapat mengganggu aktivitas
wanita. Lebih 40 persen bahkan mengatakan bahwa PMS menggangu kulitas
hidup mereka. Pada kasus ekstrem, wanita dapat melakukan tindakan
kekerasan dan menderita depresi.
Bahkan,
PMS menuai dampak ekonomi Demi membebaskan diri dari sindrom ini,
banyak pekerja wanita di Inggris yang rela menghabiskan 3.000
poundseterling agar tidak tersiksa saat bekerja. Mulai dari diet
sederhana untuk merubah hormon sampai obat antidepresi dicoba. Padahal,
itu belum tentu bekerja maksimal, bahkan tak jarang memunculkan efek
negatif.
Dalam
studi itu, 120 wanita ditanya mengenai sakit pada perut, kecapaian,
sakit dan nyeri saat menjelang menstruasi. Sebanyak 80 wanita meminum
pil mengandung lemak dan vitamin E yang terkandung dalam
kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran-sayuran warna hijau. Sementara
sisanya meminum pil penghilang rasa sakit.
Semua
koresponden tersebut diperintahkan untuk meminum dua kapsul sebelum
tidur menjelang masa menstruasi. Mereka pun diperintahkan untuk
menuliskan gejala-gejala yang muncul setelah tiga bulan dan setelah enam
bulan.
Mereka
yang meminum vitamin E mengatakan gejala PMS menurun setelah tiga
bulan. Setelah enam bulan, efek yang dimunculkan sangat dramatis,
terutama bagi mereka yang meminum pil tersebut dengan dosis yang lebih
tinggi.
Para
peneliti dari Pernambuco Federal University di Brazil mengatakan bahwa
vitamin E mengurangi sensitivitas tubuh akan prolactin, hormon yang
bertanggung jawab atas nyeri pada payudara.
Jadi
tidak ada salahnya meminum vitamin E. Selain bermanfaat besar untuk
mengencangkan kulit, ternyata vitamin E dapat mengurangi sakit PMS. Anda
pun tidak perlu lagi meminum obat-obat penghilang rasa sakit yang
berbahaya.
Mengatasi Nyeri Haid dengan Jus Segar, Pernah Coba..?
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Cara Mengatasi / Menghilangkan Nyeri Saat Haid bisa dilakukan dengan
beberapa cara. banyak wanita pernah merasakan nyeri pada saat haid.
Beberapa mungkin mengalami nyeri yang sangat hebat. Anda bisa mencoba
tip ini untuk mengurangi rasa nyeri saat haid.
Penyebab utama nyeri haid adalah ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh.
kebanyakan wanita meredakan nyeri dengan mengonsumsi obat-obatan
tertentu. Tapi tanpa disadari, ada efek samping yang bisa terjadi akibat
dari penggunaan obat penghilang rasa sakit.
Untuk meredakan nyeri pada saat haid, Anda bisa mencoba jus lidah buaya
dan madu. Jus lidah buaya memiliki sifat penghilang rasa sakit. Campur
jus lidah buaya dengan satu sendok teh madu. Minum dua sampai tiga kali
sehari. Ini membantu untuk mencegah rasa sakit yang disebabkan oleh
menstruasi. Jus lidah buaya membantu mengatur aliran darah normal selama
masa periode haid, demikian yang dilansir Magforwoman.
Jika Anda tidak suka dengan jus lidah buaya, Anda bisa mencoba jus
nanas. Jus nanas kaya akan bromelain, yang membantu mengurangi kram dan
nyeri otot selama periode haid. Jika jus nanas tidak sesuai dengan Anda,
Anda bisa memilih jus wortel sebagai gantinya. Jus wortel juga membantu
untuk mengendurkan otot dan mengurangi kram.
Selain itu, ada juga campuran jus peppermint dan jahe yang membantu
untuk mengendurkan otot-otot dalam tubuh. Anda bisa mengonsumsi dua
sampai tiga kali sehari, tergantung pada rasa sakit Anda selama periode.
Metode alami akan membantu untuk meringankan rasa sakit yang disebabkan
oleh kram menstruasi.
Pemakaian PEMBALUT Wanita yang Baik dan Sehat
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Selama menjalani siklus menstruasi, organ intim perempuan berada dalam
kondisi yang lebih lembab dari biasanya. Itulah mengapa setiap perempuan
harus lebih memperhatikan kondisi organ intim selama menstruasi.
Dr dr Junita Indarti, SpOG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan
memaparkan bahwa akibat dari lalai menjaga kebersihan organ intim
khususnya ketika siklus menstruasi adalah tumbuhnya mikroorganisme yang
tidak diharapkan. Kelalaian ini juga bisa menimbulkan bau, infeksi, dan
keputihan yang tidak wajar.
“Darah itu, kan, media kuman yang baik, mengingat selama menstruasi
darah akan menempel di permukaan vulva, maka kita harus terus menjaga
kebersihannya agar kelembaban vagina tetap terjaga,” ujar Junita.
Kelembaban vagina juga perlu dijaga dengan menggunakan pembalut dengan
cermat. Inilah tiga hal seputar pembalut yang wajib Anda ketahui:
Pemilihan Pembalut
Beragam jenis pembalut di pasaran menawarkan berbagai inovasi yang
mengklaim sebagai produk terbaik dan teraman untuk kesehatan. Menurut
Junita, pada dasarnya tidak ada jenis pembalut yang lebih baik atau
lebih buruk. “Tidak ada kategori khusus, yang penting dapat menyerap
darah haid dengan baik dan membuat nyaman,” ujar Junita.
Dengan demikian, kriteria pembalut yang baik akan berbeda setiap
orangnya. Baik dilihat dari ukuran panjang maupun ketebalan, semua
tergantung pada setiap individu. Begitu juga dengan pembalut herbal yang
disebut-sebut lebih sehat dan aman. “Pembalut herbal, sebenarnya sama
saja. Pasalnya, kandungan herbal atau antibakteri yang terkandung dalam
pembalut, kan, hanya bekerja di permukaan vagina. Ia tidak sampai masuk
ke liang vagina sehingga tidak bisa mengobati ke dalam,” tegas Junita.
Ia lantas menambahkan bahwa kandungan antibakteri atau antioksidan pada
pembalut pun sebenarnya tidak terlampau perlu. “Intinya, sih, membuat
nyaman. Apakah daya serapnya baik dan ukurannya pas? Itu saja cukup.
Karena ada juga, kan, pembalut yang penyerapannya tidak maksimal.”
Kapan Ganti Pembalut...?
Normalnya, haid terjadi dalam siklus 21-35 hari, selama tiga hingga
tujuh hari dalam satu siklusnya. Dalam kisaran yang normal pula, jumlah
darah selama satu siklus menstruasi kurang lebih sebanyak 50 cc. Namun
jumlah darah selama haid pada setiap perempuan berbeda-beda. Oleh karena
itu, sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai jangka waktu mengganti
pembalut.
Meski demikian, kunci menjaga kebersihan dan kesehatan vagina selama
masa menstruasi, tegas Junita, adalah dengan rutin mengganti pembalut.
“Jadi tidak perlu memilih pembalut yang seperti apa, yang penting rutin
menggantinya,” tambahnya.
Waktu terbaik untuk segera mengganti pembalut adalah ketika Anda sudah
merasa lembab dan tidak nyaman. “Intinya jika pembalut dirasa sudah
penuh, lembab, dan membuat tidak nyaman, berarti harus diganti. Umumnya
setiap empat hingga enam jam sekali,” tutur Junita.
Jadi, jangan menunda penggantian pembalut, sebab perempuan menghasilkan
bahan sekresi yang bersifat basa ketika menstruasi. Jika darah haid
didiamkan menempel terlalu lama, pembalut dapat menjadi tempat
berkembangnya jamur. Anda tak ingin, kan, organ reproduksi menjadi gatal
dan berbau karena malas mengganti pembalut?
Perlukah Panty-Liners?
Menjelang siklus menstruasi, tak jarang perempuan mengalami masa
keputihan. Untuk menyiasatinya, beberapa orang memilih menggunakan panty
liners untuk menjaga permukaan vagina agar tetap kering.
Sebenarnya, perlukah menggunakan panty liners ini? “Pada dasarnya,
vagina dapat membersihkan daerah kewanitaannya sendiri, jadi itu tidak
perlu. Memang itu dapat menyerap lendir, tapi sebaiknya tidak digunakan
rutin karena justru tidak sehat jika terus menggunakannya,” papar
Junita. Pasalnya, meskipun tujuan menggunakan panty liners untuk
menjaga permukaan vagina agar tetap kering, pada kenyataannya penggunaan
panty liners justru membuat permukaan vagina tidak memiliki ruang
untuk bernafas sehingga membuat lembab.
“Ketika memang sedang keputihan tak apa menggunakan, tapi sesekali saja.
Sesuaikan dengan tujuannya juga. Artinya, lihat kebutuhannya. Jangan
digunakan secara rutin,” pungkas Junita.
Sindroma PreMenstruasi / PreMenstrual Syndrome (PMS)
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Insiden PMS dilaporkan bervariasi antara 20 % hingga 90 % wanita. Hampir
70 % wanita mengalami gejala fisik maupun emosi premenstruasi dengan
siklus yang jelas. Namun hanya sekitar 20 % wanita yang mengalami gejala
yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Di USA,
70-90% (43-55 juta jiwa) wanita usia reproduksi menderita
ketidaknyamanan selama fase premenstrual mereka, dan 20-40% dari
kelompok ini (12-25 juta jiwa) mengalami gejala yang dapat
diklasifikasikan sebagai PMS. (1,3,4)
Berhubung gejala PMS sangat bervariasi dan tidak terdapatnya etiologi
tunggal penyebab PMS, berikut dijelaskan beberapa mekanisme kemungkinan
patogenesis PMS.
1. Ketidakseimbangan Cairan
Pada penderita dengan gejala PMS yang umum,terdapat peningkatan
aldosteron pada penderita dengan gejala seperti peningkatan berat badan
dan bengkak pada tangan dan kaki
2. Peningkatan Kadar Prostaglandin (PG)
pada penderita dengan dismenorea didapatkan peningkatan kadar metabolit
prostaglandin di perifer, endometrium, dan cairan menstruasi.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi
Penelitian membuktikan bahwa penderita PMS lebih banyak mengkonsumsi
garam dan makanan yang mengandung gula murni serta kurang mengkonsumsi
makanan yang bernutrisi tinggi dan vitamin. Gabungan gejala suka
mengkonsumsi makanan yang manis-manis dan penyimpangan metabolisme
karbohidrat mengakibatkan keadaan hipoglikemi premenstruasi
4. Perubahan Hormon Syaraf Pusat
Banyak neurotransmitter susunan syaraf pusat mengalami perubahan pada
fase depresi, seperti serotonin, dopamine, dan norepinefrin, juga
berubah pada saat siklus menstruasi. Telah dibuktikan bahwa progesteron
memiliki efek terhadap metabolisme serotonin dan estradiol mempengaruhi
kadar dopamine dan norepinefrin.
5. Teori Lainnya yang belum diketahui secara pasti
Diagnosis PMS
Berdasarkan American Psychiatric Association (APA), PMS dapat ditegakkan dengan kriteria sebagai berikut :
a. Gejala yang timbil berhubungan dengan siklus menstruasi,
b. Untuk diagnosis diperlukan 5 dari gejala-gejala berikut ini
• Ditandai dengan penurunan mood dan perasaan tidak ada harapan.
• Ditandai dengan ansietas dan ketegangan.
• Ditandai dengan gangguan afektif seperti mendadak merasa sedih, mudah menangis, mudah
tersinggung dan marah.
• Ditandai dengan kemarahan, iritabel atau peningkatan konflik interpersonal.
• Penurunan keinginan untuk beraktivitas seperti biasa.
• Mudah letih dan kehilangan energi.
• Perasaan sukar berkonsentrasi.
• Perubahan nafsu makan, bisa menjadi berlebihan atau tidak mau makan.
• Hipersomnia atau insomnia.
• Perasaan diluar kendali.
• Gejala fisik seperti ketegangan pada payudara, sakit kepala, edema, nyeri sendi dan otot serta
pertambahan berat badan.
Terapi dan pengobatan PMS
Terapi yang diterapkan bersifat individual tergantung tipe dan derajat
keparahan gejala dan respon penderita terhadap terapi yang diberikan.
1. Terapi Konservatif
Terapi initial PMS adalah pendekatan suportif tanpa penggunaan
obat-obatan. Sekitar 30% penderita menunjukkan respon yang baik terhadap
terapi ini. Jika penderita tidak menunjukkan respon yang baik baru
dipikirkan memberikan regimen obat-obatan untuk mengatasi gejala yang
paling mengganggu.
2. Pengaruh Makanan
• Diet vegetarian
Peningkatan konsumsi lemak dan berkurangnya konsumsi sayuran memberikan
kontribusi terhadap terjadinya PMS. Pada suatu studi terhadap 18 wanita
yang menderita PMS dan 14 orang dari kelompok kontrol tanpa PMS yang
mengkonsumsi tinggi karbohidrat diperoleh hasil bahwa makanan ini dapat
meningkatkan skor depresi, ketegangan, kemarahan, kebingungan,
kesedihan, kelelahan dan kewaspadaan pada pasien dengan PMS.
Sementara itu peneliti dari Goergetown University (Barnard dkk, 2000)
meneliti efek diet vegetarian pada penderita dismenorhea dan PMS. Hasil
yang diperoleh adalah penurunan berat badan, berkurangnya nyeri dan
retensi air serta berkurangnya gejala PMS. Federal Drug Administration
(FDA) merekomendasikan diet buah-buahan dan sayuran terbagi dalam 5
porsi untuk pasien dengan PMS untuk mengurangi gejalanya.
• Garam
Penderita dianjurkan mengurangi konsumsi garam untuk mengurangi gejala
yang timbul akibat retensi air. Ketidaknyamanan akibat penambahan berat
badan dan udem dapat mempengaruhi stabilitas emosinya.
• Gula murni
Penderita juga dianjurkan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung
gula murni agar dapat menghindari hipoglikemia sekunder akibat perubahan
metabolisme karbohidrat yang terjadi. Pembatasan ini diharapkan dapat
mengurangi perubahan mood penderita.
• Kafein
Penggunaan minuman yang mengandung kafein dapat berperan dalam
terjadinya PMS. Pada studi yang dilakukan di China telah diperiksa
hubungan mengkonsumsi teh terhadap PMS. Hasil laporan menunjukkan bahwa
teh dapat menyebabkan PMS. Informasi terhadap konsumsi teh dan PMS
didapatkan dari kuesioner terhadap 124 orang mahasiswa yang jarang
mengkonsumsi teh. Informasi sejenis juga didapatkan dari 64 orang wanita
pekerja yang sering mengkonsumsi teh. Lebih kurang 39% mahasiswa dan
27% pekerja wanita tersebut mengalami PMS, khususnya wanita yang
mengkonsumsi teh lebih dari 4 kali/hari.
Kafein harus dikurangi untuk menghindari dampak fisik dan emosi yang
ditimbulkannya. Makanan lain yang seharusnya dihindari termasuk kopi,
coklat, minuman ringan, dan obat-obat tertentu.
• Vitamin B-6 (pyridoxine)
Konsumsi vitamin B-6 300 hingga 500 mg perhari peroral direkomendasikan bagi penderita PMS.
Katrina dkk mengadakan penelitian untuk mengetahui efektivitas vitamin
B-6 dalam terapi PMS. Penelitian dilakukan pada 940 pasien dengan PMS,
diperoleh hasil 95% pasien mengalami perbaikan dan disarankan untuk
menggunakan vitamin B-6 dengan dosis lebih dari 100 mg/hr tanpa melebihi
dosis yang menyebabkan neuropati perifer (1500 mg/hr).
3. Pengaruh Olahraga
Olahraga teratur dapat meningkatkan fungsi psikologis setiap individu.
Penelitian yang dipublikasikan di Australia oleh Byrne mendapatkan
bahwa olahraga dapat memproduksi antidepresan, antiansietas dan efek
perbaikan mood pada penderita gangguan mood.
Studi lain dari tim Duke University Medical Reseachers (Babyak dkk,
2000) menemukan bahwa olahraga sama efektifnya dengan terapi medikasi
seperti prozac dalam mengobati gangguan depresi mayor dalam 6 bulan dan
setelah 10 bulan, penderita yang mengalami relaps depresi lebih sedikit
dibandingkan dengan yang menggunakan obat-obatan. Berdasarkan penelitian
ini, dapat disimpulkan bahwa olahraga akan sama efektifnya dalam
mengobati PMS.
Penderita dianjurkan untuk melakukan olahraga teratur. Tipe olahraga
yang dianjurkan bervariasi dan bersifat personal. Banyak sekali
keuntungan yang didapat dari olahraga bagi penderita PMS, diantaranya
berkurangnya stress, dan peningkatan rasa percaya diri. Peningkatan β-
endorphin yang sementara dapat meningkatan mood penderita.
Olahraga dapat membantu mengurangi gejala PMS karena mengurangi stress
dan tekanan darah. Olahraga meningkatkan mood, menyediakan indera yang
baik dan meningkatkan sirkulasi darah dengan meningkatkan produksi beta
endorphin alami. Direkomendasikan, olahraga paling sedikit 3 x seminggu
selama 20-30 menit. Aerobik, jalan, joging, bersepeda dan renang adalah
beberapa yang disarankan.
4. Pemberian Obat obatan
Obat-obat Diuretik, Inhibitor Prostaglandin, Anxiolitik, Buspirone, Alprazolam
, Anti depresan, Progesteron, Agonis Gonadotropin Releasing
Hormone, Danazol dan obat obatan lain bisa diberikan dengan pengawasan
dokter .
Efek Sindroma PreMenstruasi
PMS mempengaruhi aspek sosial dan ekonomi penderita serta rekan kerja,
keluarga dan teman. Penderita sering melalaikan pekerjaan selama
premenstuasi.
Wanita-wanita tersebut menunjukkan kesukaran dalam berkonsentrasi,
penurunan minat, pelupa, dan menurunnya kemampuan koordinasi,
mengakibatkan menurunnya efisiensi dan produktifitas walaupun
penderitanya tetap masuk kerja.
Penelitian Borenstein dkk pada 436 wanita usia 18-45 tahun di California
selatan, didapatkan penderita PMS 125 orang dengan perincian 78 orang
mengalami gejala hanya pada 1 siklus menstruasi dan 47 orang dengan
gejala pada 2 siklus menstruasi dan 311 orang wanita normal sebagai
kelompok kontrol.
Wanita dengan PMS ini dinyatakan mempunyai tingkat absensi yang tinggi (
> 2 hari kerja/bulan), Produktifitas menurun ( > 5 hari
kerja/bulan dengan 50% penurunan produktifitas), gangguan terhadap
lingkungan serta aktivitas sosial ( > 14 hari/bulan) dan sering
berkunjung ke pusat kesehatan rawat jalan dengan total biaya dalam 2
tahun sekitar $ 500. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa PMS dapat
mempunyai dampak pada kehidupan sosial, menurunkan produktifitas kerja
dan peningkatan biaya perawatan kesehatan.
Karena adanya iritabilitas dan emosi yang meledak, mengakibatkan
hubungan kerja menjadi tegang selama masa premenstruasi. Pasangan,
keluarga, dan orang-orang terdekat penderita dapat merasakan perubahan
tingkah laku pada penderita PMS tergantung siklus premenstruasi yang
dialami. Kebanyakan wanita juga mengalami penurunan libido dan
pengurangan frekuensi berhubungan sex. Kesabaran dalam mengasuh anak pun
menjadi berkurang.
Semoga Bermanfaat....!!
Berhubungan Seks Saat Haid Sebaiknya Dihindari
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Saat Datang Bulan, terkadang beberapa wanita malah meningkat gairah
untuk berhubungan dengan suaminya, tetapi Perempuan yang sedang datang
bulan sebaiknya membatasi diri dalam melakukan aktivitas tertentu, salah
satunya berhubungan seks. Selain tidak nyaman, risiko lain yang lebih
fatal saat berhubungan Badan Saat haid adalah bisa menyumbat aliran
darah yang menuju jantung.
Pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda MS
menyarankan agar hubungan seks dilakukan ketika haid atau datang bulan
sudah benar-benar bersih. Tidak adanya bercak darah yang keluar
menandakan sudah tidak ada celah pada pembuluh darah di dinding rahim.
"Hal ini untuk mencegah terjadinya emboli udara yaitu gelembung udara
yang masuk pembuluh darah serta bisa menyumbat pembuluh-pembuluh darah
pada organ-organ vital, antara lain jantung dan paru-paru," kata Dr
Andri dalam konsultasi kesehatan di detikHealth, seperti ditulis Kamis
(23/8/2012).
Gelembung udara bisa masuk ke aliran darah karena saat menstruasi
terdapat pembuluh darah yang terbuka akibat meluruhnya dinding rahim.
Celah yang terbuka ini bisa dimasuki gelembung udara, yang terbentuk
ketika terjadi penetrasi oleh penis ke liang vagina.
Ketika terbawa oleh aliran darah, gelembung tersebut bisa memicu
penyumbatan pembuluh darah. Dampaknya bisa fatal jika pembuluh darah
tersebut menuju ke organ penting seperti jantung dan paru-paru, sebab
kegagalan fungsi pada organ tersebut bisa memicu kematian.
Selain risiko penyumbatan pembuluh darah, bahaya lain yang mengancam ketika berhubungan seks saat haid adalah sebagai berikut:
1. Endometriosis
Saat orgasme, rahim akan berkontraksi sehingga darah kotor dari
menstruasi bisa masuk lagi ke dalam perut melalui sel telur. Kondisi ini
bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh perempuan.
2. Infeksi
Hubungan seksual saat dinding rahim meluruh biasanya akan menimbulkan
luka. Sperma maupun darah kotor yang tidak steril bisa masuk ke dalam
tubuh dan menyebabkan infeksi.
3. Luka atau trauma di mulut rahim
Infeksi yang terjadi akibat hubungan seks saat haid bisa memicu trauma
pada mulut rahim. Salah satu akibatnya adalah rasa sakit dan mulas,
serta keluarnya cairan putih kehijauan atau kecoklatan setiap hari.
Tips MEMBERSIHKAN "Miss V" Saat HAID
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Cara Membersihkan Vagina saat Haid/MENSTRUASI yang kurang benar, bisa malah memberikan efek kurang baik pada kesehatan vagina.
Kita harus tetap menjaga kebersihan bagian intim agar tidak terjadi
infeksi ataupun iritasi. Dengan menjaga kebersihan saat menstruasi, maka
kesehatan vagina Anda akan terjaga.
Ada banyak cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan
organ intim Anda selama menstruasi. Banyaknya mitos dan adanya budaya
yang berbeda membuat wanita menjadi malu untuk bertanya seputar
kesehatan organ intim wanita, khususnya saat menstruasi.
Berikut ini tip yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan vagina Anda selama menstruasi, seperti dilansir Livestrong.
Anjuran:
1. Gunakan air hangat untuk membasuh vagina Anda saat melakukan
pembersihan. Sabun kewanitaan dengan pH seimbang dan bebas parfum juga
bisa Anda gunakan jika diperlukan.
2. Basuhlah dari bagian depan ke belakang. Menurut para ahli, cara
terbaik untuk membersihkan vagina Anda dengan menggunakan air hangat.
3. Kenakan celana dalam dengan bahan katun. Karena dapat memungkinkan
sirkulasi bagian intim Anda, menghambat bakteri, ataupun organisme
berbahaya.
4. Vagina yang sehat secara alami menjaga keseimbangan pH dan flora
normal. Douching bisa mengganggu kesehatan vagina dan dapat mendorong
darah kembali ke arah leher rahim dan rahim.
Sebaiknya Dihindari:
1. Jangan menggunakan sabun atau air pada bagian dalam vagina. Basahi
bagian bokong dan daerah anal eksternal, lalu untuk menghindari
kontaminasi bakteri.
2. Hindari meninggalkan jejak sabun atau pembersih karena bisa menimbulkan iritasi kulit jika dibiarkan terlalu lama.





